Skip to main content

Kajian : "77 Cabang Iman"


PERTANYAAN
Assalaamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Cabang-cabang iman itu apa saja ? Syukran.

JAWABAN
Wa’alaikum salam wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Kitab Qomi'ut Thughyan, karya Syeh Muhammad Nawawi bin Umar Al Jawi. Ringkasannya sebagai berikut:
77 CABANG IMAN KITAB QOMI' THUGHYAN 1. Iman kepada Allah Azza wa Jalla 2. Iman kepada para rasul Allah seluruhnya 3. Iman kepada para malaikat 4. Iman kepada Al-Qur’an dan segenap kitab suci yang telah diturunkan sebelumnya 5. Iman bahwa qadar – yang baik ataupun yang buruk – adalah berasal dari Allah 6. Iman kepada Hari Akhir 7. Iman kepada Hari Berbangkit sesudah mati 8. Iman kepada Hari Dikumpulkannya Manusia sesudah mereka dibangkitkan dari kubur 9. Iman bahwa tempat kembalinya mukmin adalah Surga, dan bahwa tempat kembali orang kafir adalah Neraka 10. Iman kepada wajibnya mencintai Allah 11. Iman kepada wajibnya takut kepada Allah 12. Iman kepada wajibnya berharap kepada Allah 13. Iman kepada wajibnya tawakkal kepada Allah 14. Iman kepada wajibnya mencintai Nabi saw 15. Iman kepada wajibnya mengagungkan dan memuliakan Nabi saw 16. Cinta kepada din, sehingga ia lebih suka terbebas dari Neraka daripada kafir 17. Menuntut ilmu, yakni ilmu syar’i 18. Menyebarkan ilmu, berdasarkan firman Allah : “Agar engkau menjelaskannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya” 19. Mengagungkan Al-Qur’an, dengan cara mempelajari dan mengajarkannya, menjaga hukum-hukumnya, mengetahui halal haramnya, memuliakan para ahli dan huffazh-nya, serta takut pada ancaman-ancamannya 20. Thaharah 21. Sholat lima waktu 22. Zakat 23. Puasa 24. I’tikaf 25. Haji 26. Jihad 27. Menyusun kekuatan fii sabilillah 28. Tegar di hadapan musuh, tidak lari dari medan peperangan 29. Menunaikan khumus 30. Membebaskan budak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah 31. Menunaikan kaffarat wajib : kaffarat pembunuhan, kaffarat zhihar, kaffarat sumpah, kaffarat bersetubuh di bulan Ramadhan ; demikian pula fidyah 32. Menepati akad 33. Mensyukuri nikmat Allah 34. Menjaga lisan 35. Menunaikan amanah 36. Tidak melakukan pembunuhan dan kejahatan terhadap jiwa manusia 37. Menjaga kemaluan dan kehormatan diri 38. Menjaga diri dari mengambil harta orang lain secara bathil 39. Menjauhi makanan dan minuman yang haram, serta bersikap wara’ dalam masalah tersebut 40. Menjauhi pakaian, perhiasan, dan perabotan yang diharamkan oleh Allah 41. Menjauhi permainan dan hal-hal sia-sia yang bertentangan dengan syariat Islam 42. Sederhana dalam penghidupan (nafkah) dan menjauhi harta yang tidak halal 43. Tidak benci, iri, dan dengki 44. Tidak menyakiti atau mengganggu manusia 45. Ikhlas dalam beramal karena Allah semata, dan tidak riya’ 46. Senang dan bahagia dengan kebaikan, sedih dan menyesal dengan keburukan 47. Segera bertaubat ketika berbuat dosa 48. Berkurban : hadyu, idul adh-ha, aqiqah 49. Menaati ulul amri 50. Berpegang teguh pada jamaah 51. Menghukumi diantara manusia dengan adil 52. Amar ma’ruf nahi munkar 53. Tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa 54. Malu 55. Berbakti kepada kedua orang tua 56. Menyambung kekerabatan (silaturrahim) 57. Berakhlaq mulia 58. Berlaku ihsan kepada para budak 59. Budak yang menunaikan kewajibannya terhadap majikannya 60. Menunaikan kewajiban terhadap anak dan isteri 61. Mendekatkan diri kepada ahli din, mencintai mereka, dan menyebarkan salam diantara mereka 62. Menjawab salam 63. Mengunjungi orang yang sakit 64. Mensholati mayit yang beragama Islam 65. Mendoakan orang yang bersin 66. Menjauhkan diri dari orang-orang kafir dan para pembuat kerusakan, serta bersikap tegas terhadap mereka 67. Memuliakan tetangga 68. Memuliakan tamu 69. Menutupi kesalahan (dosa) orang lain 70. Sabar terhadap musibah ataupun kelezatan dan kesenangan 71. Zuhud dan tidak panjang angan-angan 72. Ghirah dan Kelemahlembutan 73. Berpaling dari perkara yang sia-sia 74. Berbuat yang terbaik 75. Menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua 76. Mendamaikan yang bersengketa 77. Mencintai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana ia juga mencintainya untuk dirinya sendiri, dan membenci sesuatu untuk saudaranya sebagaimana ia juga membencinya untuk dirinya sendiri.
Wallahu a’lam. @santrialit
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar